Dari Uraian Contoh Kasus yang telah kami tampilkan di depan, berikut kami paparkan beberapa Pendapat dari analisa kami tentang kasus tersebut yang berhubungan langsung dengan Profesionalisme di bidang Telmatika. Berikut Analisa Kami :
kasus 1
Skandal Seks Anggota Dewan yang Terendus Publik
Solusi:
- pada kasus kali ini kami akan coba menganalisa apa hubungan anatara kasus video porno dengan profesionalisme telematika. Tidak jauh berbeda dengan contoh kasus mesuji yaitu pakar telematika di tuntut keprofeasionalannya dalam menelaah sebuah video yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.Mengapa demikian ..??karena masalah ini berhubungan erat dengan salah satu personal dari lembaga kita yang terhormat yaitu Dewan Perwakilan Rakyat.Tidak banyak yang tau, bahwasannya kasus seperti ini yang melibatkan anggota dewan sudah sering banyak terjadi, hanya saja karena ada permainan di sana sini menyebabkan setiap kasus yang berhubungan dengan angggota dewan pasti hanya berakhir di ruang privaci meja kaum dewan. Di sinilah di tuntut keprofesionalan seorang IT dalam menelaah sebuah kasus dan mencari kebenaran dari berita yang beredar. Bilamana kasus ini memang di lakukan anggota dewan yang bersangkutan, alangkah baiknya para pakar telematika ini mempublikasikan dengan sebenarnya tanpa harus ada yang di tutup-tutupi, karena kejahatan cyber crime ini dampaknya sangat luas. Bukan hanya di indonesia saja yang akan mengetahui berita nya, tapi seluruh dunia akan mengetahuinya. Jika terus menerus terjadi hal seperti ini akan berimbas pada buruknya citra para anggota dewan kita di mata dunia.
kasus II
Kemenkum HAM Libatkan Ahli Telematika Soal Video Mesuji
Solusi:
- Sudah menjadi hal yang lumrah dan sering terdengar di telinga kita mungkin, bahwasannya dalam era modern saat ini Teknologi sangatt di perlukan dalam setiap aspek kehidupan. Cotohnya pada kasus kita kali ini, di mana sebuah video yang di klaim sebagai video asli dari sebuah bentuk kasus pembantaian di daerah mesuji Lampung, kini beredar dan menjadi bahan perdebatan di kalangan elit bahkan sampai di kalangan awam sekalipun, yang mempertanyakan apakah video tersebut benar adanya ataukah hanya rekaan semata yang di buat sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan konflik-konflik baru atau mungkin ada muatan politik di dalamnya. Hal ini harus lebih di telaah dengan cermat tentunya, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak benar atau hal-hal yang dapat merusak citra atau nama baik seseoarang. Maka dari itu Jika di tanyakan, Apa hubungannya kasus demikian dengan Profesionalisme di bidang Telematika?? Jawab kami, Tentu sangant berhubungan erat. Sudah Jelas tentunya dari Statement yang tertulis di atas, yaitu "Apakah video tersebut benar adanya atau hanya rekaan semata..??" tentunya ini menjadi bahan ulasan khusus bagi seorang atau segolongan pakar telematika, yang tentunya lebih jeli melihat kasus-kasus seperti ini dari kacamata Teknologi Telematika. Dan juga Profesionalisme bagi seorang IT di pertaruhkan untuk mau mengupas kasus ini sejelas-jelasnya ataukah hanya akan memenuhi kepentingan segelintir orang atau golongan saja. Karna tidak heran di negara kita sudah menjdi rahasia umum jika segala macam kepentingan dapat di jual belikan. Bahkan jika harus mempertaruhkan Profesionalisme karir mereka dalam hal ini Telematika.
- Dari Kacamata seorang pakar telematika tentu saja ini menjadi pekerjaan rumah yang mesti di pertanggung jawabkan hasilnya. Karna Jika memang berita yang beredar benar adanya tentu akan menjadi pukuan telak bagi penguasa daerah yang berhubungan langsung dengan kasus tersebut. Jika tidak, tentunya akan timbul pertanyaan-pretanyaan baru di kalangan semua masyarakat yang menginginkan keadilan di seluruh lapisan masyarakat
- Sehingga sampai sekarang pun kasus – kasus yang ada di Indonesia mengenai atau menyangkut tentang Telematika atau secara garis besar tentang keabsahan apakah video - video tersebut benar keadaanya masih ragu akan kebeneran video tersebut ,sehingga kasus yang menyerupai di Mesuji tidak tahu benar atau tidak.
Solusi :
- Pada Kasus kali ini mungkin sifatnya hanya menghibur karena dampak yang di timbulkan dari pemberitaan kali ini tidak cukup berdampak luas, hanya pada kalangan personal yang tidak terlalu penting. Yaitu kasus yang menyangkut publik figur kita yang sudah sangat kita kenal yaitu Syahrini.
- Karena seringnya membuat sensasi yang kadang hanya bohong semata, kini beredar foto kemesraan dari pacar syahrini yang bernama Bubu. Foto ini muncul selang sehari setelah pengumuman syahrini kepada publik, bahwasannya baliau memiliki pacar dari tanah Malaysia yang bernama Bubu.
- Kontan saja hal ini menimbulkan pemberitaan di infotaiment yang sangat gencar, karena publik banyak ingin mengetahuinya. Banyak yang memprediksi bahwasannya foto yang beredar adalah benar adanya namun ada juga yang menyangsikan foto tersebut. Akhirnya pada salah satu kesempatan, salah satu infotainment mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu ahli telematika yang mungkin kita sudah mengetahui semua tentang beliau.
- Setelah di teiti dengan seksama, beliau berani memprediksi bahwasannya foto yang beredar adalah benar.Karena dari disiplin ilmu yang beliau miliki, tidak terdapat kejanggalan dari foto tersebut.Hanya saja mungkin foto tersebut, adalah foto mantan pacar dari pacar syahrini sekarang ( Bubu ) atau mungkin hanya kerabat saja, komentar dari pakar telematika tersebut
Kasus VI
KASUS TELEMATIKA
KASUS TELEMATIKA
KASUS TELEMATIKA
Solusi :
Solusi :
- Pada contoh kasus kali ini kami mengambil contoh kasus Spam sms. Sudah sering terjadi dan mungkin di antara kita juga pernah mendapatkan sms yang mengajak untuk mentransfer sejumlah uang atau mentransfer sejumlah pulsa dari orang yang tidak di kenal yang mengatas namakan "mama". Pemerintah melalui pakar telematikanya mengadaklan konferensi pers, untuk agar seluruh lapisan masyarakat tidak mempercayai jika ada sms yang meminta sesuatu dari nomor yang tidak jelas.karena sudah banyak contoh yang terjadi dan akhirnya masyarakat juga yang di rugikan.
Kesimpulan dari seluruh kasus – kasus atau berita yang kami dapat adalah:
- Dari semua kasus – kasus atau berita yang
ada di atas dapat di simpulkan bahwa masih minim nya masyarakat atau warga
Indonesia tentang system Telematika
sehingga masyarakat kita tidak bisa membedakan video – video tersebut benar atau tidak keabsahannya.
Dan kalau dilihat dari seksama pelaku – pelaku yang ada di dalam video – video tersebut seharusnya dapat menerima sanksi sesuai dengan ketentuan – ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Akan tetapi mari coba kita lihat sampai sekarang mungkin pelaku yang ada di video atau pun rekaman tersebut tidak ada yang diproses secara hukum melainkan hanya di berikan sanksi kode etik instansi saja , bukannya dapat sanksi sesuai Undang – Undang yang berlaku di Indonesia.
Jadi secara garis besar dapat disimpulkan bahwa minim nya pengetahuan kita sebagai warga Indonesia tentang Telematika atau pun system informasi yang ada di dunia itu sangat mempengaruhi dalam kehidupan kita sehari - hari. Maka oleh sebab itu kita sebagai warga atau masyarakat harus lebih cermat atau teliti dalam menganalisa kejadian – kejadian yang terjadi saat ini di Negara kita ( Indonesia ).
Dan untuk para pakar telematika kita yang ada di Negara ini hendaknya jangan lah menutup – nutupi kejadian tersebut kalau seandainya itu memang benar adanya.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar